STAKN Manado

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Mengampuni dan melupakan

Bacaan : Matius 18:21-35

Setahun: Yeremia 37-40

Nats: Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus, "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali". (Matius 18:21-22)

 

Renungan:

 

BERKAT MENGAMPUNI

 

Jawaban Yesus pada pertanyaan Petrus tentang mengampuni menunjukkan kepada kita bahwa kita mengampuni bukanlah seperti yang ada di dalam pikiran kita yaitu sebanyak tujuh kali, suatu jumlah yang terbatas. Tetapi pengampunan yang tidak terbatas. Kita mengampuni selalu dan selalu. Sama seperti Allah terhadap kita. Allah selalu mengampuni bila kita datang kepadaNya dengan menyadari, mengakui dan berjanji untuk tidak berbuat dosa lagi (bertobat). Hal ini juga menunjukkan betapa kasih Allah tidak berkesudahan. Maka kita pun sebagai anak-anak-Nya haruslah demikian terhadap saudara (sesama) kita.

 

Dalam Doa Bapa Kami kita selalu diingatkan agar mengampuni orang lain. Sebagaimana kita mengampuni orang lain begitu juga Allah akan mengampuni kita.

 

 

Mengampuni akan menjadi obat bagi luka batin setelah kita disakiti, dikhianati atau dikecewakan. Sebab dengan mengampuni hati kita tenang, jiwa kita damai. Mengampuni tidak berarti melupakan kesalahan (dosa) orang lain. Tetapi dengan mengampuni hal itu tidak lagi menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi kita. Mengampuni adalah jalan berbelas kasih pada sesama. Seperti Yesus mengasihi kita, kita pun mengasihi sesama kita dengan mengampuni. Dengan mengampuni menjadi berkat bagi kita dan bagi orang tersebut.(DV)

Download Template Joomla 3.0 free theme.