STAKN Manado

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Munas Pesparawi Nasional XI: Kalbar Penyelenggara Pesparawi Nasional XII Tahun 2018

AMBON, DBK - Kalimantan Barat akhirnya terpilih dalam Musyawarah Nasional Pesparawi XI menjadi menjadi penyelenggara atau tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII yang akan diselenggarakan pada tahun 2015. Keputusan itu didapat setelah dilakukan voting oleh 34 suara LPPD dan 3 suara LPPN. Hasil penghitungan suara  Kalbar memperoleh 19 suara, unggul 3 suara atas Kepulauan Riau yang memperoleh 16 suara. Sementara Sulawesi Utara dan Papua masing-masing memperoleh satu suara.

Munas

Munas dipimpin oleh Ketua LPPD Maluku Poly Kastanya, didampingi Sekum LPPN Andar Gultom, Ketua I LPPN Janus Pakpahan dan Ketua III LPPN John RP Hutabarat. Sebelumnya sudah ada wacana di Munas Pesparawi X Kendari tahun 2012 bahwa tuan rumah berikutnya seletelah Maluku adalah Kalbar, namun karena ada tiga propinsi lain yang mengajukan diri untuk jadi tuan rumah Pesparawi selanjutnya maka keputusan harus dilakukan melalui voting.

Selain memutuskan tuan rumah penyelenggara Pesparawi selanjutnya, dalam munas ini juga didiskusikan pokok-pokok pikiran mengenai hal-hal yang berhubungan demi majunya Pesparawi ke depan dalam dua kelompok yang hasilnya dipresentasikan bersama dalam pleno. (Source : http://bimaskristen.kemenag.go.id)

Menristek Tutup Pesparawi Nasional XI di Ambon

Sample image

AMBON,DBK - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI yang berlangsung dari tanggal 2 Oktober 2015 berakhir setelah Mentri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohamad Nasir secara resmi menutup Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke-XI, yang berlangsung di stadion Mandala, Karang Panjang, Ambon.

Dalam sambutannya, Menristek-Dikti mengatakan bahwa sukses penyelenggaraan Pesparawi di Ambon memiliki makna ganda karena selain untuk mempererat hubungan antarumat Kristiani juga terbukti menjadi wadah meningkatkan hubungan antarseluruh umat beragama di tanah air, "Pesparawi nasional ini tidak hanya mempererat hubungan umat Kristiani, tetapi kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama secara keseluruhan di Indonesia. Ini menjadi wadah pembelajaran bagi seluruh komponen masyarakat," ujar beliau.

"Saya mengakui Pesparawi di Ambon memberikan harapan dan nuansa persaudaraan hakiki serta keyakinan bahwa nyanyian dan musik merupakan bahasa universal dan jembatan untuk menyatukan perbedaan budaya, bahasa dan suku di tanah air" ungkap Menristek-Dikti. (Soure : http://bimaskristen.kemenag.go.id/

Download Template Joomla 3.0 free theme.