STAKN Manado

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

SEMINAR KEBANGSAAN “SOLIDITAS DALAM NKRI”

Jumat, 2 Juni 2017 masih dalam rangka memeriahkan Pekan Gebyar Pancasila, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado menyelenggarakan seminar kebangsaan dengan tema “SOLIDITAS DALAM NKRI” bertempat di lantai dasar gedung rektorat STAKN Manado.

Seminar ini diikuti oleh seluruh Dosen, Pegawai dan Mahasiswa STAKN Manado dan juga mahasiswa yang sedang melakukan pertukaran. Sebagai Narasumber dalam seminar ini Perwakilan dari PANGDAM XIII Merdeka, Dra. Roosje Kalangi, M.Si. dari IPDN Jatinangor, Dr. Max Ruindungan, M.Pd yang merupakan Tokoh Pendidikan Sulawesi Utara, Dr. Nico Gara, MA yang adalah seorang Tokoh Agama dan Ketua STAKN Manado Dr. Jeane M. Tulung, S.Th., M.Pd. Dalam Pemaparan masing-masing pembicara memaparkan dari pengalaman dan Latar belakang dari setiap pembicara.

 Seusai Seminar Kebangsaan ini Panitia Pekan Gebyar Pancasila melaksanakan lomba terakhir yaitu lomba menghafal  butir-butir pancasila. (cg)

LOMBA BACA PEMBUKAAN UUD 1945 DAN LCC KEBANGSAAN

Setelah pelaksanaan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2017 di lapangan upacara Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado, Panitia Pekan Gebyar Pancasila melanjutkan dengan lomba. Lomba yang pertama yaitu lomba baca Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan lomba yang kedua yaitu lomba cerdas cermat (LCC) kebangsaan.

Lomba baca Pembukaan UUD 1945 ini diikuti oleh seluruh pegawai dan dosen di STAKN Manado. Mahasiswa begitu antusias menyaksikan perlombaan ini karena para peserta lomba tampil dengan gaya masing-masing dan ada pula yang tampil dengan membawa serta ajudannya sehingga menambah kemeriahan lomba ini. Tampil sebagai pemenang dalam lomba ini yaitu juara pertama Anita I. Tuela, M.Th., juara kedua Ventje A. Politon, S.Pd., juara ketiga Meily M. Wagiu, M.Th.

LCC Kebangsaan yang dilaksanakan sesudah lomba baca Pembukaan UUD 1945 di ikuti oleh mahasiswa utusan tiap kelas. Dalam lomba ini penonton juga sangat antusias terlebih saat pertanyaan yang diberikan tidak dapat dijawab oleh para peserta lomba sehingga penonton di berikan kesempatan untuk menyampaikan jawabannya. Menjadi pemenang dalam LCC Kebangsaan ini yaitu dari Jurusan Pastoral Konseling juara 1 dan dari jurusan  PAK juara 2 dan 3. (cg)

GERAK JALAN KEBANGSAAN STAKN MANADO 2017

Memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 juni 2017 Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado turut mengadakan Pekan Gebyar Pancasila dengan melakukan berbagai kegiatan salahsatunya lomba Gerak Jalan Kebangsaan. Lomba Gerak Jalan Kebangsaan diikuti oleh Dosen satu regu , Pegawai satu regu, dan Mahasiswa yang di bagi berdasarkan kelas.

Gerak Jalan Kebangsaan STAKN Manado dilaksanakan pada pukul 06.00 Wita pada hari Sabtu, 27 Mei 2017 dimulai dari Kawasan Bahu Mall dan selesai di Kawasan Mega Mas ini dilepas oleh Ketua STAKN Manado Dr. Jeane M. Tulung, S.Th. M.Pd didampingi Ketua Panitia Pekan Gebyar Deflita R. N. Lumi, S.PAK., M.Pd.

 

Gerak Jalan Kebangsaan STAKN Manado juga dirangkaikan dengan jalan santai dalam rangka dies natalis STAKN Manado ke-10 yang dilaksanakan setelah titik penilaian terakhir dari Lomba Gerak Jalan Kebangsaan. (cg)

UPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA

Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila yang ditetapkan di Jakarta pada 1 Juni 2016 maka pada hari Kamis, 1 Juni 2017 Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila di lapangan upacara STAKN Manado

Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di STAKN Manado dan juga di seluruh Indonesia. Hal itu juga diungkapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan Ketua STAKN Manado Dr. Jeane M. Tulung S.Th., M.Pd. dalam sambutannya, presiden juga menyatakan “Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur ditengah kemajemukan”.

Presiden juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Diakhir sambutannya juga menyatakan “jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan diantara kita” dan mengajak bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa serta saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

Mengakhiri pembacaan sambutan Presiden, Ketua mengajak seluruh peserta upacara untuk meneriakan Saya Indonesia, Saya Pancasila. (cg)

Download Template Joomla 3.0 free theme.