STAKN Manado

Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

KETUA STAKN MENGHADIRI PERTEMUAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA: AKSI KEBANGSAAN MELAWAN RADIKALISME

 

Ketua Sekolah Tinggi agama Kristen Negeri (STAKN) Manado Dr. Jeane M. Tulung, S.Th., M.Pd., menghadiri Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 September 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali. Kegiatan yang dihadiri oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini bertujuan utuk menjadi sarana komunikasi dan silaturahmidi antara pimpinan perguruan tinggi Indonesia untuk membahas permasalahan kebengsaan, khususnya terkait ancaman dan tantangan terkait radikalisme, intoleransi dan gerakan-gerakan yang hendak merubah Pancasila, merusak kebinekaan, serta mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan selanjutnya yakni untuk mendorong sinergi di antara pimpinan perguruan tinggi Indonesia untuk secara bersama merumuskan sikap, solusi, langkah dan rekomendasi strategis terkait permasalahan radikalisme dan intoleransi yang hendak merubah Pancasila, merusak kebinekaan, dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan ini diisi dengan Seminar Kebangsaan yang mengangkat tema “Lembaga Pendidikan Tinggi sebagai Benteng Pancasila dan NKRI”. Rapat Komisi yang membahas terkait program dan rencana tindak lanjut dan yang membahas terkait rekomendasi, kemudian Rapat Pleno untuk mengesahkan semua hasil yang telah dibahas dan disepakati dalam rapat komisi. Menjadi acara puncak ialah Deklarasi Kebangsaan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Melawan Radikalisme yang dirangkaikan dengan Pidato Presiden Republik Indonesia.

 

Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Melawan Radikalisme yang dibacakan di Bali hari ini menyatakan bahwa Satu Ideologi, Pancasila, Satu Konstitusi, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Satu Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Satu Semboyan, Bineka Tunggal Ika. Satu Tekad, Melawan Radikalisme dan Intoleransi. (dv_cg)

WISUDA SARJANA (S1) DAN Magister (S2) STAKN MANADO

Jumat, 29 September 2017 Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado melaksanakan kegiatan yang sangat penting yaitu wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) Tahun Akademik (T.A.)  2016/2017. Wisuda dilaksanakan di Aula STAKN Manado yang di mulai pukul 10.00 WITA. Hadir dalam wisuda ini Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh KABAN LITBANG Prov. Sulut dr. Jemmy Lampus, Dirjen Bimas Kristen Kemenag Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Pendidikan Tinggi Kristen Dr. Pontus Sitorus, Perwakilan Bupati minahasa, Perwakilan Rektor IAIN Manado yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Perwakilan Kanwil Prov. Sulut, Sekjen Sinode AM Pdt. Lamberty Mandagi M.Th, Forum pimpinan daerah, Ketua FKUB, Ketua Bamag Prov. Sulut, Ketua STAKN Manado Tahun 2011-2015, Anggota DPRD Minahasa, Perwakilan TNI dan POLRI, serta tamu undangan lainnya.

Peserta Wisuda STAKN Manado T.A. 2016/2017 sebanyak 159 orang dengan Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK) 86 Orang, Teologi 36 orang, Pastoral Konseling 12 orang, Pendidikan Musik Gereja (PMG) 5 orang, dan Program Magister PAK 16 orang. Dalam wisuda ini Kepala Bagian AUAK Ventje A. Politon juga turut di wisuda dengan gelar magister pendidikan (M.Pd).

Dalam sambutan Ketua STAKN Manado Dr. Jeane M. Tulung, S.Th., M.Pd.,  mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan studi di STAKN Manado. Ketua juga berpesan agar wisudawan jangan menambah beban bangsa, tampillah didepan dan tawarkanlah solusi dalam berbagai kehidupan berbangsa dan bernegara serta memanfaatkan seluruh kemampuan semaksimal mungkin serta berdoa agar para wisudawan bisa menjadi bagian dari pemimpin masa depan.

 

Ketua berharap agar wisudawan tetap mengingat, mengenang dan membanggakan almamater tercinta, karena di pundak wisudawanlah terletak nama baik almamater juga nama baik bangsa, negara dan Gereja. Mengakhiri sambutannya ketua berpesan “Jagalah Nama Baik Almamater dimanapun medan pengabdian saudara. Selamat mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Tuhan senantiasa memberkatimu”. (cg)

SHARE PENGALAMAN DAN VISI DIRJEN BIMAS KRISTEN YANG BARU

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag)  Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., awalnya direncanakan memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado. Namun saat mengawali pemaparannya Dirjen Bimas Kristen menyampaikan permohonan maaf tidak akan memberikan kuliah umum pada saat ini dan hanya lebih kepada share pengalaman dan juga beberapa hal terkait dengan tugas-tugas sebagai Dirjen Bimas Kristen yang baru dilantik, yang salah satu tugasnya yaitu membina Pendidikan Tinggi Kristen yang ada di Indonesia.

Dirjen mengawali pemaparannya dengan memperkenalkan diri bahwa beliau datang dari luar lingkungan Kementerian Agama. Beliau memiliki homebase di Kemenristek Dikti dan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Matematika Model di Universitas Patimura Maluku. Beliau juga menceritakan sedikit pengalamannya yang sebelumnya adalah sebagai Rektor Universitas Patimura sampai dengan Tuhan menempatkan beliau di Kementerian Agama, di Dirjen Bimas Kristen.

Dua tugas pokok utama Direktorat Jenderal Bimas Kristen adalah membimbing masyarakat dan kelembagaan kristen dan yang kedua membimbing atau mengembangkan pendidikan kristen di Indonesia. Dirjen menyatakan bahwa beliau akan membagi porsi prioritas yang lebih besar pada bidang pengembangan pendidikan Kristen. Karena beliau berasumsi bahwa pembinaan umat atau tugas keagamaan sudah banyak dilakukan oleh Gereja tapi kemudian Gereja mengabaikan pendidikan. Kalaupun mengembangkan pendidikan masih dalam taraf kepentingan Gereja saja, tidak pernah memikirkan bahwa pengembangan pendidikan Kristen adalah upaya  untuk mempersiapkan generasi baru (generasi muda) Kristen untuk kemudian bisa berkembang dan berperan dalam pembangunan Bangsa.

Salah satu yang paling dekat untuk dikerjakan adalah mempercepat proses transformasi STAKN, STAKPN, menjadi Institut dan beliau menyatakan bahwa beliau mempunyai visi kedepan, paling tidak dari tiga yang sudah bertransformasi ke institut satu atau dua bisa segera bertransformasi menjadi Universitas Kristen. Dirjen Bimas Kristen menyatakan bahwa merasa senang mendengar laporan Ketua STAKN Manado Dr. Jeane M. Tulung, S.Th.M.Pd., terkait kesiapan STAKN dalam sepuluh tahun terakhir. Sepuluh Tahun tapi kemudian bisa bertransformasi dengan cepat, mudah-mudahan kemudian bisa bertransformasi lagi menjadi universitas ungkap beliau, serta menjadi harapan kita bersama. Beliau menambahkan bahwa “yang penting adalah kesiapan kita” dan beliau akan mengalokasikan dari sebagian dana yang dikelola oleh Ditjen dan digeser untuk tiga STAKN, STAKPN yang akan bertransformasi.

Dalam kesempatan ini juga Dirjen Bimas Kristen menampaikan keyakinannya bahwa Tuhan punya maksud menempatkan beliau di posisi saat ini untuk memperbaiki sistem yang mana banyak lulusan dari perguruan tinggi kristen yang ada, saat diteliti ijasah yang dikeluarkan tidak bisa digunakan atau tidak diakui oleh pemerintah. Beliau mengatakan bahwa hal ini sudah terjadi namun harus diperbaiki oleh sebab itu beliau menyatakan bahwa “tidak ada lagi ijin pembukaan program studi S1, S2, S3 untuk sekolah-sekolah tinggi teologia yang bukan Negeri”.

Mengakhiri pemaparannya Dirjen Bimas Kristen memberikan beberapa catatan untuk seluruh yang hadir pertama beliau merasa senang boleh bertatap muka dengan civitas STAKN Manado, serta menyampaikan terimakasih beliau kepada seluruh penggagas terbentuknya STAKN Manado dan terus berdoa agar STAKN Manado bisa terus bergerak menjadi yang terbaik di Manado dalam kekristenan yang memang menjadi label dari Sekolah Tinggi ini. Kedua beliau berharap agar seluruh civitas memiliki kekompakan, menjaga baik-baik institusi ini dan apa yang akan dilakukan kedepan. Dan yang terakhir beliau menyampaikan bahwa semua infrastruktur sudah baik dan semoga kedepan mahasiswa STAKN bisa diserap oleh pasar. (cg)

Download Template Joomla 3.0 free theme.